Archive for the Category » Love «

Thursday, November 26th, 2009 | Author: Ujie

Apabila ada cinta, semua perkara akan menjadi mudah dan kita pasti ada masa untuk melakukannya.

Cinta di sini bukan semata-mata bermaksud cinta pada gelpren/boipren je. Kalau cinta yang itu, memang ada je masa, kan? Maksud saya, cinta pada perkara lain. Cinta pada kerjaya misalnya. Atau cinta kepada minat dan hobi. Sekiranya kita cintakan sesuatu pekerjaan yang kita lakukan, pasti kita akan mencari masa untuk membuatnya.

Sebaliknya, jika kita tidak minat kepada sesuatu perkara atau pekerjaan, walaupun kita ada banyak masa sekalipun, mesti rasa malas je nak membuatnya. Betul tak?

Adakah anda cinta dengan apa yang anda lakukan sekarang?

Saya tinggalkan anda dengan sebuah lagu ~ Karena Cinta..

YouTube Preview Image

Hari ini adalah lembaran baru bagiku
Ku di sini karena kau yang memilihku
Tak pernah ku ragu akan cintamu
Inilah diriku dengan melodi untukmu

Dan bila aku berdiri
Tegar sampai hari ini
Bukan karena kuat dan hebatku
Semua karena cinta
Semua karena cinta
Tak mampu diriku berdiri tegak
Terima kasih cinta

Tak pernah ku ragu akan cintamu
Inilah diriku dengan melodi untukmu

Dan bila aku berdiri
Tegar sampai hari ini
Bukan karena kuat dan hebatku
Semua karena cinta
Semua karena cinta
Tak mampu diriku dapat berdiri tegak
Terima kasih cinta
Terima kasih cinta
Terima kasih cinta
Terima kasih cinta

Category: Friend, Funny, Life, Love |  Tags: | 4 Comments
Monday, June 08th, 2009 | Author: Ujie

Artikel di bawah disalin dan ditaip semula dari Majalah Anggun yang dibeli oleh rakan saya semasa beliau berkunjung ke Jakarta beberapa bulan lalu. Artikel ini saya terjemahkan supaya senang difahami oleh anda rakan pembaca. Maklumlah, terdapat juga beberapa Bahasa Indonesia yang terpaksa saya ‘Wikipedia’kan sebab saya pun tak faham. Alamak, lupa pulak nak tulis nama penulisnya. Ya ampun, pak!

Saya terpanggil untuk berkongsi artikel ini disebabkan terdapat beberapa orang rakan saya (termasuk saya sendiri) yang masih membujang walaupun usia sudah merangkak ke 30an. Siapa yang tidak ingin berumahtangga dan mempunyai zuriat sendiri, tetapi ketentuan Allah mengatasi segala-galanya.

Kepada yang telah berkeluarga, janganlah terlalu mengasak kami – “golongan bujang”, dengan pertanyaan-pertanyaan yang kadangkala boleh mengguris jiwa kalau diulang berulangkali. Kalau dah sampai jodoh, tentu anda akan dijemput. Dan kepada golongan bujang yang masih belum bertemu jodoh, jangan gundah gulana. Penuhkan aktiviti anda dengan kegiatan-kegiatan yang berfaedah yang dapat menggembirakan hati sendiri. Baca artikel di bawah, dan semoga anda akan lebih tenang selepas ini. ;)

————————————————————–

Dua bulan lalu, sebuah SMS mampir di telefon bimbit saya. Isinya, ‘Tuan, saya takut. Usia saya tidak lama lagi 30 tahun. Jodoh saya belum tiba juga. Apa ada jejaka yang mau dengan wanita seperti saya?’. Hmm, sejenak saya tertegun. Ketika saya hendak menjawabnya, satu SMSnya datang lagi: ‘Hidup saya sepi, Tuan. Kenapa Allah belum juga menjawab doa saya?

Bunga [bukan nama sebenar], si pengirim pesanan ringkas itu, saya tahu bukanlah perempuan yang memiliki kekurangan. Sejumlah kata sifat menempel pada dirinya. Dia yang jelita, yang bergelar graduan master dari sebuah perguruan tinggi negeri, yang kariernya sedang meningkat naik, yang akhlaknya-InsyaAllah-baik. Dia pun, saya tahu, bukan tidak berusaha, bertindak aktif mencari soulmatenya. Ia juga tidak lagi mensyaratkan macam-macam untuk calon suaminya kelak.

Usaha sudah. Doa apalagi. Tak kurang-kurang. Namun, tanda-tanda jodoh belum juga menghampirinya. Maka, jadilah Bunga dan mungkin juga anda-entah perempuan maupun jejaka-para bujang yang kesepian. Betapa tidak. Mereka sudah terlalu merindukan belaian suami [atau isteri] ketika malam beranjak tua. Mereka terlalu mendambakan sambutan hangat isteri [atau suami] ketika pulang ke rumah yang lengang. Dan suasana sepi kembali menyergap.

Sebagai muslim, tentu saja keadaan demikian perlu dicari penyelesaiannya. Kerana itu, sebagai umatNya, kita memang tidak boleh membeli waktu: menuntut sang Khalik mengirim jodoh seperti juga kematian, hanya Allah yang menentukan waktunya.

Kerana itu, apa sebetulnya makna sepi dalam kehidupan? Apakah sebetulnya keadaan manusia itu ketika ia dilahirkan ke dunia? Apakah bersendirian dan juga kesepian, hanya menimpa para bujang semata? Sebab kadangkala kita juga akan merasa kesunyian walaupun dikelilingi oleh ramai orang di sekeliling kita. Bahkan, tak jarang, seorang isteri [atau suami] kadangkala merasa sendiri meski di sampingnya ada pasangannya.

Ini ertinya kesepian dan bersendirian adalah hakikat sejati manusia. Tak salah bila seorang ahli falsafah dan penyair muslim kenamaan, Muhammad Iqbal (1877-1938) pernah berkata bahawa, “Keadaan dasar jiwa manusia adalah kesepian.” Iqbal tak salah. Bila merujuk firman Allah s.w.t dalam Al-Quran, jelas, Allah menunjukkan perkara serupa.

Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu [dunia] apa yang telah Kami kurniakan kepadamu; dan Kami tiada melihat bersertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahawa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kami. Sungguh telah terputuslah [pertalian] antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap [sebagai sekutu Allah].” [QS. Al-An’aam[6]:94]

Ayat tersebut kian menegaskan bahawa kita, sebagai hamba Allah, memang datang mengunjungi dunia dalam bersendirian, kesunyian dan kesepian. Kita tidak membawa suami yang gagah, mengajak isteri yang aduhai-aduhai, atau minta ditemani anak-anak yang kita cintai. Setiap kita dalam sendiri. Semua dalam keadaan ‘single’.

Bila bercermin pada ayat di atas, keadaan berseorangan itu bererti proses belajar menghadap Ilahi kelak. Ertinya, menjadi bujang juga proses ibadah yang harus dijalani secara terhormat. Bila ini menjadi pedomannya, tentu saja seorang bujang tidak akan mengalami lara yang merugikan jiwanya. Ia tidak akan berfokus pada rasa kesendirian itu, pada masa penantian jodoh memang rahsia Allah? Ia justeru akan meresapi ujian ini dengan sikap berserah kepadaNya.

Ia sedar bahawa Allah sedang menguji keimanannya: apakah ia mampu mengolah sepi dan sendirinya menjadi tenaga positif atau negatif? Apakah ia menjerumuskan diri dalam gelumang kemaksiatan, atau sebaliknya, semakin dekat kepada sang Khalik di saat menanti jodohnya itu datang?

Seperti ucapan Mohamad Fauzil Adhim dalam buku “Saatnya Untuk Menikah” : Ada yang tak dapat kita jawab [dalam keadaan belum ada jodoh] kerana semua rahsia ada dalam genggamanNya. Tetapi ada satu hal yang boleh kita cuba telusuri diam-diam, dengan hati yang tenang dan jiwa yang bersih. Kita mencuba merenung sejenak secara jujur , apakah lambatnya jodoh itu merupakan ujian atas ketakwaan kita yang tinggi kepadaNya, sebagai teguran atas kekhilafan-kekhilafan dan bahkan mungkin kesombongan kita terhadap apa yang diberikan Allah kepada kita. Bukankah segala sesuatu ada masanya sendiri? Bukankah kematian juga tidak datang pada saat yang sama, usia yang sama dan keadaan yang sama untuk setiap orang?”

Sikap Sabar
Apakah langkah selanjutnya bila sang bujang sudah menyedari bahwa saat sendiri juga tidak kalah penting nilai ibadahnya?

Bersabar. Inilah sikap utama yang harus dijadikan kompas seorang bujang saat jodoh itu belum tiba. Allah berfirman dalam beberapa ayat berkenaan dengan sabar ini: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan [kepada Allah] dengan sabar dan solat, sesungguhnya Allah berserta dengan orang-orang yang sabar.” [QS. Al-Baqarah [2]:153] “Maka bersabarlah hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita…” [QS. Al-A’raf[7]:87]. “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu…” [QS. Ali Imran[3]:200]

Sampai bila harus bersabar? Bukankah sabar ada batasnya? Ya, pertanyaan-pertanyaan sejenis inilah yang sangat keliru. Sabar itu tidak terbatas.Ia tidak melibatkan potongan waktu, semalam, kini dan esok. Ia tidak punya batas minimum atau maksimum. Ia tak berpenghujung hingga sebuah jawapan itu datang, hingga sebuah impian itu tiba.

Seorang bujang hendaknya terus menjalani sifat ini di saat-saat masa menunggu jodohnya itu. Berat? Memang. Bosan? Tentu saja. Oleh kerana itu, kebosanan dan rasa berat itu harus diisi dengan segenap aktiviti yang menyenangkan, yang mendekatkan diri padaNya. Bukankah hidup sebetulnya momen penantian? Persoalannya adalah, apakah yang kita lakukan di saat masa menanti itu? Perumpamaannya seperti naik kenderaan awam. Apakah yang anda lakukan selama duduk di bas sebelum sampai ke destinasi? Apakah anda banyak harap-harap cemas kerana takut kecelakaan, melamun atau membaca buku selama perjalanan itu berlangsung? Manakah yang anda lebih nikmati?

Begitu juga masa penantian jodoh. Anda yang paling tahu akitiviti apa yang terbaik di saat anda bersabar, saat jodoh itu belum tiba. Terkait dengan sikap sabar dan penantian inilah, Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda:

Ada tiga macam sikap sabar: sabar ketika menderita, sabar dalam ketaatan dan sabar untuk tidak melakukan maksiat. Bagi yang menanggung derita dengan sabar dan senang hati, maka Allah menuliskan baginya tiga ratus darjat (yang tinggi), ketinggian satu darjat di atas darjat lainnya seperti antara bumi dan langit. Sedang bagi orang yang sabar dalam ketaatan, maka Allah menulis baginya enam ratus darjat (yang tinggi). Ketinggian satu darjat atas darjat yang lain seperti darjat antara dalamnya bumi dan Arasy. Dan terakhir, bagi orang yang sabar untuk tidak berbuat maksiat, maka Allah menuliskan baginya sembilan ratus darjat (yang tinggi), di mana ketinggian satu darjat dengan darjat yang lain seperti jarak antara dalamnya bumi dan batas-batas terjauh Arasy.”

Bagi bujang yang merasa menderita, sabar itu bererti tabah menghadapi musibah dan bencana yang Allah sedang limpahkan sebagai ujian utk meyadarkan diri. Sedang bagi bujang yang bersabar dalam ketaatan itu bererti ia sedang menahan kesusahan dalam penderitaan. Itu bererti sang bujang harus belajar redha atas ketentuan-ketentuan Allah yang belum datang kepadaNya. Kemudian, bila sang bujang bersabar untuk tidak melakukan maksiat selagi masa menanti, maka ia sedang berada pada posisi takwa kepada Allah s.w.t. Jika ini yang menjadi panduannya, tak mustahil jodoh terbaik akan datang kepadanya pada momen dan kesempatan yang tak pernah disangka-sangkanya.

Dan sahabat saya, Bunga, kerana sikap sabarnya itu, menikmati buah sabar ini. Dua minggu yang lalu, hatinya berbunga-bunga. Wajahnya bersinar. Senyumnya selalu mengembang. SMSnya penuh bahasa yang menyenangkan. Ia baru saja dilamar seorang jejaka yang sejak dulu diidam-idamkannya.

Tips Mengusir Sepi Untuk Si Bujang

1. Jangan pernah bosan untuk meningkatkan ketakwaan dengan ibadah. Mulai dari solat-solat sunat seperti solat Tahajud, Hajat dan Dhuha hingga sentiasa berdoa kepadaNya untuk diberikan hal terbaik dalam setiap aktiviti yang anda lakukan.
2. Anda boleh mengisi kesibukan dengan hobi dan minat anda selama ini. Anda yang suka menulis, maka mulailah menulis. Anda yang suka fotografi, maka belajarlah memotret. Anda yang suka mendesign pakaian, ambillah kursus design. Begitu seterusnya.
3. Mulailah menjalin silaturrahim dengan komuniti-komuniti Islam yang mengayakan nutrisi spiritual anda yang semakin mendekatkan diri anda kepada Allah.
4. Terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang banyak membantu kaum yatim, dhuafa dan mustadafin. Hal ini dapat mengasah emosi anda agar lebih peka bahawa ada yang lebih menderita berbanding anda, ada yang deritanya lebih sekadar kesepian untuk menjalani kehidupan.
5. Belajar husnuzhan atau positive thinking kepada Allah dan orang-orang yang terlibat dalam kehidupan anda.
6. Jangan merasa bersendirian. Kerana anda bersama Allah, yang selalu setia menemani hati dan fikiran anda.

Category: General, Life, Love |  Tags: | 6 Comments
Monday, March 23rd, 2009 | Author: Ujie

4

to my Darling..Azri Dearie…

photo0002

Wednesday, July 30th, 2008 | Author: Ujie

Anda pernah mengalami pertambahan berat badan? Hmm, saya pasti ia suatu keadaan yang menyiksakan kan? Berat badan saya semasa sekolah menengah lebih kurang 45kg. Setelah mula bekerja, paling berat pun sekitar 47kg sahaja.

Walau bagaimanapun, lebih kurang awal tahun lepas, saya mengalami pertambahan berat badan yang agak banyak. Berat saya mencecah 59kg!! Very the anak badaks…Masa tu tensen betul. Bila berjalan, peha bergesel (banyak lemak), nak naik tangga ke tingkat 3 pon rasa dah semput. Mintak nyawa….mintak nyawa….Dagu berlapis, jeans atau skirt jadi sendat, baju pun susah nak butang dan yang paling menghangenkan lagi bila jumpa kawan-kawan, akan keluarlah dialog ni :-

~ Gemuknya ko, Ujie…
~ Besarnya lengan ko!
~ Wahhh..vontot cam Beyonce!
~ Gile kentang!!!

Huh!! Tensen tau…Pernah la jugak guna menatang Osim la, buat sit up la..tak jalan! Saya rasa badan saya naik berpunca daripada pemakanan yang tak betul dan aktiviti yang tak berapa menyihatkan. Saya makan banyak dan lepas tu asyik duduk depan komputer. Lagi-lagi kalau kena stayback kat ofis sampai pagi esoknya. Lagilah tak banyak aktiviti.

Entah macamana, lepas dah berhenti kerja sebagai pekerja yang duduk 24 jam depan komputer dan juga berkat bulan puasa tahun lepas, berat saya turun kepada 50kg dan sekarang Alhamdulillah, 50-51kg je. Berat badan ideal saya sepatutnya 53kg tapi saya rasa, 51kg ni pun dah selesa.

Sekarang saya dah tak makan banyak. Memang saya hadkan pengambilan nasi. Hiks!

Saya berharap, lepas berkahwin dan beranak pinak nanti pun badan saya tak mengembang macam belon. Ngeri siot…Saya tak menghina mereka yang berbadan comel, tapi saya sendiri memang tidak selesa.

Nak menjadi kurus, kena kuat semangat. Kena berazam dan berpantang. Mungkin juga dengan mengikuti latihan dan program yang betul, kita akan dapat bentuk tubuh badan yang kita idamkan. Ingat lagi tak seorang wanita, Mazliwati yang mempunyai berat badan lebih daripada 200kg dan kecoh juga dalam suratkhabar ketika dia meminta pertolongan untuk membantunya menurunkan berat badan. Wanita ini, bukan saja susah nak berjalan, dunianya hanya di atas sofa saja. Makan dan minumnya juga di situ. Nak basuh punggung sendiri pun,maknya yang buat. Kesian kan?

Tetapi sekarang tidak lagi, berat badannya sudah turun sebanyak 120kg dan sekarang, hanya tinggal 88kg. Menakjubkan sebab tak sampai setahun pun. Jom kita baca kisah beliau…

Artikel berikut dipetik dari laman web News Straits Times

——————————————————

Mazliwati sheds 120kg and looks a winner


Mazliwati Md Shah cuts a slender figure now compared with the obese person she was a year ago.

KUALA LUMPUR: Just look at her now. Mazliwati Md Shah, 32, who weighed 208kg last year, now tips the scale at just 88kg.

Mazliwati, who is taking a beauty course at a private institution, now even harbours dreams of opening up a beauty salon and selling beauty products.

The biggest sacrifice she had to make to lose weight was to take rice out of her diet for about a year.

“I ate more vegetables and proteins, such as fish and chicken. I also took other food for nutrition.

“All of that was done under a doctor’s supervision. I also did some light exercises.
“My skin is firmer now and my cellulite problem is gone.

“The most visible change is my hip measurement, from 191cm to 86cm now.”

Mazliwati said her battle with the bulge was not yet over.

“My doctor suggests that I should reduce my weight further to 57kg, but I think 65kg is fine,” she added.

Mazliwati now has a social life.

“My confidence level has soared as before I only stayed at home.”

Her health has also improved with her high blood pressure, diabetes and breathing difficulty all gone.

So will she consider marriage? “I will marry but not at the moment as I would like to achieve my dream first,” she said.

——————————————————

Klik untuk baca keratan akhbar / artikel Mazliwati (Bai) :

Berita Minggu : Dulu berat badan 208 kg, kini 108 kg

Harian Metro : Derita kegemukan 10 tahun berakhir

Mingguan Wanita : Bai berjaya kurangkan 100 kg berat badan

Majalah Misteri : Keajaiban telah berlaku pada saya..

Friday, June 20th, 2008 | Author: Ujie

Hai..kembali bersiaran bersama Ujie Mapia. Rasaya saya tak pernah buat entry jiwang karat sebelum ni kan. Tetiba rasa cam nak buat pulak. Saya dedicate lagu ni kepada Ajrimon tersayang walaupun saya tau dia tak baca blog saya yang tahape-hape ni. Hiks!

Macam tak sangka, dekat nak sebulan saya menjadi tunangan Ajrimon. Macam biasa, selalu gak bertekak, bergaduh and bertumbuk (tipu je. Huhu). Walaupun macam tu, saya sayang si montel saya tu.

So Ajrimon Sayang, i dedicated this song for you. Ingin Bersamamu by Syafinaz (Bleh download atau terus dengar di sini)

Ingin Bersamamu

Pandangan pertama
Dan senyumanmu
Yang penuh kemesraan
Terukir di ingatan
Tiap detik berlalu
Tak bisa untukku melupakanmu

Setiap ketika ku rasakan
Bayanganmu menemani
Ke mana pun ku pergi
Hingga di dalam lena
Ku masih lagi termimpi-mimpi
Apakah kau pun terasa
Segalanya yang ku rasa

Andai ada ruang di hatimu
Inginku menjadi ratumu
Mengecapi cinta
Ke akhir usia
Dalam suka
Dan di dalam duka
Ingin aku bersamamu
Kekasihku

Ku sering tertanya
Beginikah berputiknya cinta
Menghiasi jiwa
Rindu menjadi lagu
Gemersik suaramu ungkapan shahdu
Apakah kau pun begitu
Asyik terkenang diriku

Walau ke hujung dunia
Kekasihku
Walau di hujung waktu
Takkan pudar cintaku
Untukmu

——————————————–

Yang, terima kasih sebab sudi memberi ruang dalam hati you yang montel untuk I dok diam-diam dalam tu. I tengah prektis-prektis jadi isteri mithali ni. I sedar, ketaatan kepada suami merupakan satu jalan untuk isteri ke syurga. InsyaAllah, I akan jadi isteri, kekasih, kawan, sahabat & 3K untuk you nanti. Love you..

XOXO,

Tyra Banks

opss shilaapp…

Category: Love |  6 Comments